SOLO-Perkembangbiakan nyamuk demam berdarah di Kota Surakarta justru banyak terjadi di perumahan. Dari keseluruhan hunian yang ada di Surakarta, 6,3 persen diantaranya merupakan tempat jentik nyamuk demam berdarah bersarang.
“Angka tersebut sering disebut sebagai house index,” kata Kepala Dinas Kesehatan Surakarta, Siti Wahyuningsih. Angka tersebut diperoleh dari pemantauan yang dilakukan oleh dinasnya maupun oleh kader kesehatan yang terdapat di kelurahan.
Meski rumah yang menjadi sarang nyamuk hanya 6,3 persen, namun angka tersebut dinilai cukup tinggi. “Karena lebih tinggi di banding angka nasional,” kata Wahyuningsih, Sebab, besaran house index secara nasional hanya 5 persen.
Banyaknya rumah yang dihuni jentik nyamuk itu membuat pihaknya mewaspadai kemungkinan mewabahnya demam berdarah di musim pancaroba ini. “April hingga Juni merupakan waktu bagi mereka berkembang biak,” kata Wahyuningsih. Dia berharap masyarakat bisa ikut melakukan pencegahan.
(ABU NIDA)