WONOGIRI-Genangan air akibat meluapnya aliran air bawah tanah di Dusun Gunungan, Desa Wonodadi, Pracimantoro,Wonogiri, semakin meluas. Sebanyak 10 rumah warga nyaris tenggelam hingga Rabu (7/3) siang, dari sebelumnya 5 rumah. Ketinggain air yang semula 6 meter, kini sudah mencapai sekitar 10 meter.
Saat ini sudah lebih dari 2 hektar areal pertanian dan pemukiman warga yang tergenang. Tiga luweng atau rongga sungai bawah tanah di kawasan tersebut tertutup, sehingga air meluap ke permukaan. Kondisi semakin parah karena hujan terus mengguyur kawasan tersebut.
Menurut Kepala Desa Wonodadi, Soenarto, setiap jam ketinggian air naik 3 cm hingga 4 cm.Tiga telaga yang berada di sekitar desa juga meluap karena tingginya curah hujan. Semua luapan itu biasanya memang mengarah ke Dusun Gunungan yang berada di lembah.
"Biasanya memang luapan air masuk ke luweng. Karena luweng tertutup,air meluapke permukaan seperti ini," kata Sunarto.
Dusun Gunungan sebenarnya berada di kawasan yang cukup tinggi, meski lokasinya terletak di lembah dan diapit perbukitan. JIka aliran air tanah tidak meluap, kawasan dusun tersebut selalu kering kerontang.
Soenarto menambahkan hampir 80 persen dari 98 rumah warga di Gunungan berada di kawasan lembah, sehingga terancam tergenang. Warga apun sudah siap diungsikan ke tempat yang lebih aman. Untuk mengatasi tingginya air, warga akan menyedot air dengan mesin pompa, dan selanjutnya dibuang ke aliran selokan di seberang lembah.
"Nanti sore (Rabu) akan dimulai penyedotan. Mudaha-mudahan langkah ini akan membantu menghentikan genangan," ujar Camat Pracimantoro, Bhawarto.(Pam Raharja)